Creativity and Innovation Class is Really Rock

4 Comments

Wah tak terasa akhir perkuliahan dari kelas Creativity and Innovation sudah tiba. hiks, hiks sedih juga rasanya. Anyway, saya akan bercerita sedikit tentang mata kuliah ini. Pada awalnya, saat memilih-milih mata kuliah pilihan rasanya kelas ini akan sangat menarik bila diikuti.

Dari deskripsi matakuliah disebutkan:

Mata kuliah ini memberi pengetahuan berupa kemampuan manajerial, metode-metode dan strategi untuk mencapai nilai kompetitif dalam suatu perusahaan dengan produk baru. Dalam perkuliahan ini akan dibahas mengenai core teknologi suatu perusahaan, mengintegrasikan teknologi dengan strategi bisnis, menilai kapabilitas inovasi perusahaan, siklus hidup teknologi, peramalan teknologi, komersialisasi teknologi, roadmap teknologi, kepemilikan intelektual, dan strategi implementasi teknologi sebagai strategi keberhasilan perkembangan produk.

dan tujuan dari mata kuliah ini adalah;

1. Memahami konsep dasar manajemen teknologi 
2. Mengetahui strategi perkembangan dan eksploitasi kompetensi inti dari suatu perusahaan, dan kapasitasnya untuk inovasi teknologi. 
3. Mampu mengintegrasikan manajemen teknologi dan inovasi dengan strategi bisnis. 
4. Mampu menggunakan pendekatan manajemen teknologi dalam menganalisis bisnis, menghubungkan teknologi dengan tujuan bisnis. 

Kuliah yang dibawakan oleh Pak Apiq dan tutor kak Bayu ini ternyata oke punya dalam praktiknya. Pokoke capital A.W.E.S.O.M.E. hehehehe Setiap kali pertemuan Pak Apiq selalu memberikan teka-teki untuk mengasah kreatifitas kita. Alhasil kelas jadi gak ngebosenin.

Di dalam kelas ini diajarkan bagaimana sebuah inovasi yang ditopang dengan kreatifitas diperlukan dalam sebuah industri teknologi. kita diajarkan bagaimana membuat bisnis model, analisis SCAMPER, dan berkreasi untuk menciptakan sebuah trobosan baru teknologi. Oh iya, pemberian tugas dari kelas ini pun tergolong unik. Tidak ada hitung-hitungan sama sekali, tidak mengumpulkan tugas dalam bentuk selembar kertas tapi kita harus menulis blog.. Topik mingguannya pun menarik, dari arti nama, senjata, perbedaan arti kreatifitas dan innovasi, dll. Untuk tugasnya pun tidak ada kata salah atau benar, walupun diberkan topik khusus, kita boleh meninteprestasikan ke dalam tulisan berdasarkan kreatifitas kita sendiri. Selain mengembangkan performa individu, kelas ini juga memiliki format discussion group. Jadi bagaimana kita bisa bekerja bersama dengan orang lain dan menyatukan pendapat yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan yang bulat.

Tidak hanya dibawakan oleh pak Apiq dan Kak Bayu. Kelas ini juga menghadirkan dosen tamu yang sangat inspiratif. Kak Adi Panuntun dan Pak Budi Rahardjo. Wah, mereka berdua adalah sosok yang kreatif. kak Adi Panuntun adalah sutrada dari film Cin(t)a serta CEO dari rumah produksi Sembilan Matahari. Sedangkan Pak Budi Rahardjo adalah seorang yang bergerak dibidang internet security. Pokoknya gak nyesel banget untuk yang nanti-nanti bingung memilih mata kuliah pilihan, kelas ini sangat menarik. Beda dari kuliah-kuliah lainnya dan bisa menjadi sarana untuk melepaskan penat hehehehehe.

Cheers,

Evelina Larisa N.D.


Sweet Brownies!!!

2 Comments

Coba kalian pikirkan apa oleh-oleh wajib yang harus dibawa setiap kali dateng ke Bandung?

Hmmmm yang saya pikirkan pasti harus membeli brownies kukus coklat yang rasanya gak diragukan lagi yaitu Brownies Amanda

Brownies kukus Amanda memang sangat menjuarai sejak 6 tahun belakangan ini. Rasanya ada yang kurang kalau gak beli oleh-oleh ini kalau pergi ke Bandung.

Awal mula bisnis brownies ini sangat menarik yaitu dimulai oleh kreatifitas sang pemilik yaitu Ibu Sumi dalam memodifikasi resep bolu kukus biasa menjadi sebuah bolu coklat yang kaya dan lembut. Bereksperimen dengan resep masakan mungkin tidak sulit dilakukan oleh Ibu Sumi karena ia adalah lulusan IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta). Bisnis Brownies Amanda ini adalah bisnis keluarga. Kepanjangan dari nama Amanda pun mencerminkan bentuk satu ikatan kekeluargaan yaitu Anak MAntu DAmai. Berbentuk CV dan keluarga Ibu Sumi pun terjun di dalamnya. Dibantu oleh suaminya, H. Sjukur Bc.AP dan anak pertamanya Joko Ervianto memulai bisnis nya dengan format home industry

Kue ini pertama kali dijual melalui katering Ibu Sumi dan banyak konsumen yang menyukai. Dulunya istilah produk Ibu Sumi disebut dengan bolu coklat saja. Akhirnya kue bolu coklat ini menjadi menu tersendiri dari katering. Agar lebih menarik namanya pun diganti menjadi brownies kukus. Alasan dari pemilihan nama tersebut karena tekstur dan rasanya tak jauh dari brownies. Alasan lainnya tentu agar terdengar beda dan orang-orang penasaran untuk mencoba.

Kesempatan Untuk Go International

Brownies memang merupakan makanan yang berasal dari luar negeri. Sehingga untuk memasukki pasar luar negeri pun akan mudah karena mereka sudah mengenalnya. Tetapi, hal ini juga menjadi tantangan karena saingan pun pasti sudah banyak dan diperlukan sesuatu yang beda dari produk tersebut. Maka dari itu sebuah innovasi dalam bentuk dan konsep diperlukan. Produk dari Brownies Amanda tersendiri pun sudah inovatif yaitu berbentuk brownies kukus yang berbeda dari brwonies pada umumnya yang dipanggang.

Inovasi lainnya dapat dilakukan dengan membuat sebuah cafe di tempat-tempat umum, mall, dan pusat aktifitas lainnya dengan brownies sebagai main productnya. Saat ini kebanyakan cafe-cafe lebih fokus kepada minuman dan donat masih jarang atau hampir tidak ada yang membawa brownies sebagai product andalan. Cafe Brownies Amanda nantinya ditata menjadi tempat yang nyaman agar para konsumen bisa betah di dalamnya.

Selanjutnya inovasi bisa dilakukan dengan menambah product line ke minuman. Minuman yang terdapat unsur brownies di dalamnya. minuman tersebut bisa disebut Brownies Frape, minuman dingin campuran kopi, cream, dan brownies yang di blend menjadi satu akan menciptakan rasa yang unik.

Selanjutnya, mari kita analisis dari business model supaya bisa go international

Value Preposition

Value yang ditawarkan dalam Brownies Amanda adalah kebersamaan, unique taste, dan teman untuk mengobrol.

Di beberapa negara brownies diajadiakn hidangan pendamping dalam afternoon tea, serta pada saat minum kopi, ketika sedang ngobrol hangat bersama teman-teman, dan sebagai hidangan penutup.

Rasa dari Brownies Amanda saat ini pun beragam dari yang original, cream cheese, bluberry, pandan, tiramisu, chocholate marble, dan bluberry marble. tekstur yang lembut dan coklat yang full dapat merebut hati para konsumen serta ide inovasi minuman Brownies Frappe yang bisa mencuri hati konsumen nantinya.

Channels

Channel awal dari Brownies Amanda pada tahun 2000 berupa Outlet di pertokoan Metro,Margahayu, Bandung. Pada tahun 2004 pusat Amanda berpindah ke bangunan luas 2 lantai di JI Rancabolang No 29, Margahayu, Bandung. Serta ada 4 cabang lainnya di jl. Cikawao, Antapani, Hyper Square Pasir Kalik, dan Dago. Serta di kota lain ada di Bogor dan Surabaya.

Selain dijual dalam format outlet, Brownies Amanda juga bisa disalurkan di Supermarket-supermarket agar lebih meluas. Serta pembuatan Cafe Brownies Amanda di pusat-pusat aktifitas

Customer Segments

Segmentasi Pasar adalah masyarakat luas yang ingin menikmati brownies kukus yang lembut dan kaya rasa. Lebih difokuskan untuk ibu-ibu untuk membelinya sebagai menu hidangan penutup keluarga dan cemilan keluarga atau untuk buah tangan diberikan kepada kerabat.

Serta segementasi pasar anak muda yang suka berkumpul, mengobrol, dan menghabiskan waktu di Cafe.

Customer Relationships

Customer relationship dibangun dengan pemberian bonus setelah membeli  dalam jumlah tertentu dan pemberian diskon untuk membership

Revenue Streams

Pendapatan didapat dari penjualan produk serta membership fee setiap tahunnya.

Key Partners

Adalah supplier untuk bahan-bahan brwonies dan minuman, pemasok packaging, serta distributor untuk mengatarkan product dari dapur ke poin-poin distribusi.

Key Activities

Pembuatan kue dan minuman, dan pengatran ke cabang-cabang, serta pelayanan yang baik terhadap konsumen.

Key Resources

Sumber-sumber daya yang dibutuhkan tentunya tempat yang strategis untuk cabang outlet dan Cafe Brownies Amanda, Karyawan-karyawan yang baik, pelayanan yang tidak mengecewakan, serta kualiatas dan rasa yang baik.

Cost  

Biaya-biaya akan datang dari pengaadaan tempat, gaji karyawan, biaya untuk bahan-bahan produk, dan biaya perawatan.

Jadi, sebagai penutup Brownies Amanda merupakan produk asli dari Indonesia yang berasal dari sebuah kreatifitas Ibu Sumi dalam menciptakan produk makanan baru. Biasanya kue brwonies dipanggang adalah tetapi malah dikukus. Kesempatan untuk menjual diluar negeri pun bisa sangat menguntungkan karena masyarakat luar negeri tidak asing dengan brownies dan brownies kukus ini bisa menjadi gebrakan baru di industi makanan.

Pembanguan konsep Cafe Brwonies Amanda juga bisa sampai keluar negeri dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama kolega atau keluarga. Serta, penambahan portfolio product dengan  membuat minuman dari brownies seperti Brownies Frape.

Writing a Blog as a New Experience

1 Comment

Sejujurnya ini adalah blog pertama di dalam hidup saya (applause please!! hahahaha).

Well, mata kuliah creativity and innovation ini membuat saya mau tak mau dan harus mau membuat sebuah blog sebagai salah satu penilaian dari mata kuliah ini. Memang saya bukan tipikal yang selalu men-share semua hal kepada publik so setiap kali dapat topik buat nulis, I’m working hard on it (agak lebay). FYI, waktu jaman SD klo dapet tugas mengarang apalagi harus pake kertas folio bergaris pengen nangis rasanya T_T Keinget gimana harus blabbering biar satu halaman penuh hahahaha.

Tapi-tapi kalo ditanya. “Ngapain ngambil kelas creativity and innovation dong klo gak suka nulis?”. Jawabannya adalah, saya mengambil kelas ini sebagai tantangan untuk diri saya. Bagaimana saya mencoba sesatu hal yang baru yaitu menulis. Serta, topik-topik yang menjadi bahan tulisan tidak mengkukung saya untuk menuangkan pikiran saya. Jadi peserta yang mengikuti pelajaran ini bebas untuk menginterpretasi isi dari topik-topik yang diberikan untuk di tulis dalam blog masing-masing. Lalu, yang membuat saya tertarik dalam pelajaran ini adalah pembahasannya tentang teknologi yang didalam bisnis teknologi ini selalu dituntut untuk selalu berinovasi yang kreatif. dan memang, saya sangat tertarik dalam bidang tersebut sehingga apa yang saya kerjakan menjadi sesuatu yang memang saya senangi.

Membuat tugas dengan cara menulis di sebuah blog memang sesatu yang tidak biasa, thanks to Pak Apiq dan Kak Bayu to bring this experience. klo kata pakar-pakar lingkungan membuat tugas yang secara digital tidak harus dicetak di atas kertas, berarti kita sudah memngurangi produksi sampah kertas dan mengurangi konsumsi kertas sehingga pohon-pohon di dunia bisa terselamatkan. Juga, hal ini memberikan suatu pengalaman baru bagi orang-orang yang seperti saya yang jarang sekali untuk menulis kepada publik terpacu untuk membuatnya. Jadi, mungkin mengerjakan sebuah tugas dengan media blog bisa menjadi sebuah model baru dalam kegiatan belajar, membuat tidak malu berekspresi dalam kata-kata yang tentunya masih dalam koridor kesopanan serta menjadi ajang tukar pendapat yang baik.

YOU ARE WHAT YOU EAT

Leave a comment

Halo semuanya ketemu lagi di post saya. Kali ini saya akan membahas tentang business model. Arti dari business model itu bagaimana sebuah bisnis itu akan dijalankan, value dari bisnis itu akan diberikan, serta bagaimana organisasi bisnis tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan. Untuk lebih jelas saya akan menjelaskannya dengan contoh binis healthy dishes.


Step pertama dalam membuat bisnis model adalah menentukan value yang akan diberikan dari bisnis tersebut. Value tersebut haruslah unik dan berbeda dari bisnis-bisnis yang sudah ada sehingga tingkat kompetisi disitu rendah dan bisa menguasi market. Value proporsition dari bisnis healthy food restaurant adalah menyediakan masakan-masakan yang sehat berbahan dasar produk-produk organik yang tanpa pengawet dan tanpa pestisida. Serta, pengunjung bisa mengatur asupan kalori yang mereka butuhkan sehingga seseorang yang menjalani diet tidak perlu khawatir tentang asupan kalori yang berlebih sehingga bisa menambah berat badan.

Selanjutnya bagaimana produk kita bisa sampai ke konsumen yaitu melalui distribution channel, Channel pertama dalam bisnis healthy food ini adalah dengan menbuka restoran di tempat yang strategis. Juga, menyediakan delivery service untuk konsumen-konsumen yang tidak bisa menjangkau restoran. Dan yang ketiga adalah melalui catering baik dalam skala besar atau skala kecil.

Dalam melakukan bisnis kita harus menentukan siapakah target market kita agar fungsi produk tersebut tepat sasaran. Target yang cocok dalam hal ini adalah keluarga khususnya ibu rumah tangga dalam memilih menu makanan yang sehat untuk keluarganya serta orang-orang yang menjalankan pola hidup sehat.

Sangat penting membina hubungan antara konsumen dalam bisnis. Perlakukanlah konsumen layaknya raja. Dalam membina hubungan tersebut bisa dengan memberikan diskon dalam program membership serta memberikan konsultasi gizi dalam mengatur pola makanan sehat.

Di dunia ini kita tidak hidup sendiri, sama halnya dalam melakukan bisnis kita juga memerlukan partner serta relasi agar bisnis kita bisa berjalan. Dalam hal ini supplier untuk bahan-bahan makanan yang organic serta pakar gizi bisa dijadikan relasi dalam menjalankan bisnis healthy dishes.

Core Capability yang harus dimiliki dari bisnis ini adalah fresh dan tentunya masakan yang sehat, pelayanan yang baik dan cepat, serta brand management yang bagus, hal ini ditunjang oleh Activity Capability yang terdiri marketing management, supply chain management, koki yang baik, dan pelayan yang ramah dan bekerja dengan sangat baik.

Biaya-biaya dalam melakukan bisnis ini dating dari penggajian para pekerja, maintenance, biaya marketing, infrastructure management, bahan-bahan makanan. Lalu, sumber pemasukan dating dari penjualan makanan, iuran para membership, biaya dalam jasa delivery, serta biaya konsultasi gizi. Agar terciptanya profit maka cost structure haruslah lebih kecil dari revenue model.

 

Mari Bermimpi….

1 Comment

“It is a terrible thing to see and have no vision.”

Helen Keller

Quote tersebut sangat menginspirasi dan bermakna bagi saya karena kata-kata membangun kita untuk bisa melihat ke depan, memiliki cita-cita, dan target. Kita tahu bahwa Helen Keller sendiri memiliki kekurangan pada penglihatan dan pendengarannya tetapi dia bekerja keras untuk belajar dan hasilnya pun sangat mengagumkan, dia mendapat gelar Bachelor of Art dari Radcliffe College dengan predikat magna cum laude. Tentu saja kita jangan mau kalah dengan beliau untuk meraih apa yang kita inginkan.

Saya mendapatkan sebuah video menarik yang diputar di kelas creativity and innovation. Video dari perusahaan NTT Docomo,  perusahan Teknologi yang berasal dari Jepang , bercerita tentang mimpi mereka untuk 10 tahun  mendatang.

Docomo boleh dibilang cukup berani karena dia yakin dapat menciptakan sebuah teknologi mutakhir dalam waktu 10 tahun mendatang. Teknologi tersebut akan menarik sekali jika bisa terwujud. Teknologi tersebut memberikan experience baru dalam berkomunikasi. Contoh yang ditampilkan adalah dalam hal bahasa, kita akan bisa berkomunikasi dengan mudah ke setiap orang di belahan dunia manapun tanpa harus kesulitan berbahasa karena bahasa kita akan diterjemahkan oleh teknologi tersebut ke bahasa lawan bicara kita. Juga, yang menarik adalah media teleconference yang real time dan menggunakan hologram yang seakan-akan peserta conference tersebut berada langsung bersama di satu ruangan.

Well, kita bisa belajar dari Docomo untuk jangan takut untuk bermimpi dan memiliki visi. Tetapi mimpi saja tidak cukup, kita harus bangun dan bekerja keras untuk mewujudkannya. 

Design Thinking

1 Comment

Hari senin tgl 21 maret 2011 yang lalu kelas Creativity and Innovation kedatangan seorang dosen tamu yang bernama Adi Panuntun. Dia adalah CEO dari PT. Sembilan Matahari dan sutradara dari film Cin(t)a.Di kuliah tersebut dia menyampaikan tentang Design Thinking.

 

Apakah Design Thinking itu???

 

Kita bahas lawan katanya design thinking dulu ya, yaitu analytical thinking yang merupakan proses untuk menemukan sebuah fungsi, aplikasi, dan proses. Metode analytical thinking ini biasa digunakan oleh para enginer. Lalu, di metode design thinking lebih ke proses kreatif, rasionalitas, dan empathy. Sehingga ada pengaruh emosi dan sisi humanity di dalamnya.

 

Proses dalam melakukan design thinking diantaranya adalah:

1. Observe

Di tahap awal dimulai dengan pencarian masalah apa yang akan dibenahi. Lalu juga bisa dilihat siapakah target dari proyek ini, apa kebutuhannya dan apa poin-poin akhir yg ingin dicapai.

2. Synthesize

Mulai mem-break down apa saja penyebab dari masalah tersebut baik berdasarkan emosional dan non-emosinal.

3. Brainstorm

Di proses ini segala ide ditampung tidak ada penilaian salah atau benar.

4. Vote

Lalu  mulai memilih salah ide yang bedasarkan desirable (Human Interest), viability (Economy, Business), and feasibility (Supporting Technology)

5. Prototype

Membuat sebauh model awal dan menganalisa kekurangan sehingga bisa diperbaiki. Akhirnya barang tersebut siap untuk diluncurkan.

6. Story Tell

Tahap akhir adalah mengumumkan, men-share hal tersebut agar publik tahu dan tertarik akan produk kita.

Setelah dari proses kita akan beralih ke strategy dan bagaiman strategi tersebut dalam 10 tahun mendatang jika dibandingkan dengan traditional business strategy.

Traditional business strategy: merupakan strategi yang berbasis data quantitaif. Berdasarkan rational, objective, dan planning tertentu. Sehingga persiapan yang matang dan data-data numeric yang mendukung memengaruhi dari sukses nya bisinis tersebut.

Innovation and design strategy: memiliki pendekatan ke human interest. Lebih menitik beratkan kepada subjek dan metode yang digunakan adalah social constructed apa yang sedang terjadi di masyarakat apabila pemenuhan tersebut belum berhasil maka dilakaukan pembenahan terus menerus.

Untuk kedepannya alangkah baiknya menggunakan kombinasi kedua strategi ini. Pendekatan quantitative memang baik dilakukan untuk memperhitungkan resiko-resjiko dan projection mendatang. Tetapi jangan membuat hal itu menjadi sangat kaku karena ada factor lain yaitu humanity yang perubahaannya sangat sulit untuk diperdiksi. Saat ini sudah banyak perushaan yang mengubah orientasi nya menjadi customer focus dibandingkan dengan product focus. Sehingga membuat seusatu berdasarkan what people needs.

 

 

Apel dan Spidol hmmmm???

Leave a comment

Apel adalah sebuah buah yang memiliki vitamin yang memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Kalo Spidol adalah alat tulis. Trus kenapa? Jawabannya tidak ada apa-apa, tidak ada yang salah dari kedua benda tersebut. Trus hubungannya apa? Hubungannya hmmmm?????

Jadi di post kali ini saya akan membahas tentang apa hubungannya apel dan spidol. Gimana caranya kita lakukan dengan melakukan Design Thinking.

Apel memiiki kandungan (per 100gram) yang diantaranya adalah Kalori 58 kalori; Hidrat arang 14,9 gram; Lemak 0,4 gram; Protein 0,3 gram; Kalsium 6 mg; Fosfor 10 mg; Besi 0,3 mg; Vitamin A 90 SI; Vitamin B1 0,04 mg; Vitamin C 5 mg  dan Air 84 %

Spidol yang dalam berbagai warna dapat menunjang pekerjaan sebagai alat tulis. Seperti digunakan oleh siswa untuk membuat catatan, tugas, atau gambar. Jadi, apel adalah benda untuk pemenuhan nutrisi manusia dan spidol sebagai penunjang untuk bekerja.

Lalu hubungan kedua benda itu seperti ini. Manusia selalu berfikir untuk membuat sebuah ide. Dalam proeses tersebut manusia membutuhkan energy, terkadang kita suka kurang waktu untuk membeli makanan atau merasa membuang banyak waktu jika harus ke restoran dan memesan makanan. Buah apel bisa menjadi suatu pemenuhan energi karena apel meningkatkan kadar gula dengan cepat dan rendah. Apel juga termasuk buah yang simple tanpa harus dikupas bisa langsung dimakan. Jadi apel bisa menunda sebentar rasa lapar dan kita bisa melanjutkan pekerjaan kita dengan menggunakan spidol sebagai media untuk menuangkan ide tersebut hingga selesai : )

Older Entries