Coba kalian pikirkan apa oleh-oleh wajib yang harus dibawa setiap kali dateng ke Bandung?

Hmmmm yang saya pikirkan pasti harus membeli brownies kukus coklat yang rasanya gak diragukan lagi yaitu Brownies Amanda

Brownies kukus Amanda memang sangat menjuarai sejak 6 tahun belakangan ini. Rasanya ada yang kurang kalau gak beli oleh-oleh ini kalau pergi ke Bandung.

Awal mula bisnis brownies ini sangat menarik yaitu dimulai oleh kreatifitas sang pemilik yaitu Ibu Sumi dalam memodifikasi resep bolu kukus biasa menjadi sebuah bolu coklat yang kaya dan lembut. Bereksperimen dengan resep masakan mungkin tidak sulit dilakukan oleh Ibu Sumi karena ia adalah lulusan IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta). Bisnis Brownies Amanda ini adalah bisnis keluarga. Kepanjangan dari nama Amanda pun mencerminkan bentuk satu ikatan kekeluargaan yaitu Anak MAntu DAmai. Berbentuk CV dan keluarga Ibu Sumi pun terjun di dalamnya. Dibantu oleh suaminya, H. Sjukur Bc.AP dan anak pertamanya Joko Ervianto memulai bisnis nya dengan format home industry

Kue ini pertama kali dijual melalui katering Ibu Sumi dan banyak konsumen yang menyukai. Dulunya istilah produk Ibu Sumi disebut dengan bolu coklat saja. Akhirnya kue bolu coklat ini menjadi menu tersendiri dari katering. Agar lebih menarik namanya pun diganti menjadi brownies kukus. Alasan dari pemilihan nama tersebut karena tekstur dan rasanya tak jauh dari brownies. Alasan lainnya tentu agar terdengar beda dan orang-orang penasaran untuk mencoba.

Kesempatan Untuk Go International

Brownies memang merupakan makanan yang berasal dari luar negeri. Sehingga untuk memasukki pasar luar negeri pun akan mudah karena mereka sudah mengenalnya. Tetapi, hal ini juga menjadi tantangan karena saingan pun pasti sudah banyak dan diperlukan sesuatu yang beda dari produk tersebut. Maka dari itu sebuah innovasi dalam bentuk dan konsep diperlukan. Produk dari Brownies Amanda tersendiri pun sudah inovatif yaitu berbentuk brownies kukus yang berbeda dari brwonies pada umumnya yang dipanggang.

Inovasi lainnya dapat dilakukan dengan membuat sebuah cafe di tempat-tempat umum, mall, dan pusat aktifitas lainnya dengan brownies sebagai main productnya. Saat ini kebanyakan cafe-cafe lebih fokus kepada minuman dan donat masih jarang atau hampir tidak ada yang membawa brownies sebagai product andalan. Cafe Brownies Amanda nantinya ditata menjadi tempat yang nyaman agar para konsumen bisa betah di dalamnya.

Selanjutnya inovasi bisa dilakukan dengan menambah product line ke minuman. Minuman yang terdapat unsur brownies di dalamnya. minuman tersebut bisa disebut Brownies Frape, minuman dingin campuran kopi, cream, dan brownies yang di blend menjadi satu akan menciptakan rasa yang unik.

Selanjutnya, mari kita analisis dari business model supaya bisa go international

Value Preposition

Value yang ditawarkan dalam Brownies Amanda adalah kebersamaan, unique taste, dan teman untuk mengobrol.

Di beberapa negara brownies diajadiakn hidangan pendamping dalam afternoon tea, serta pada saat minum kopi, ketika sedang ngobrol hangat bersama teman-teman, dan sebagai hidangan penutup.

Rasa dari Brownies Amanda saat ini pun beragam dari yang original, cream cheese, bluberry, pandan, tiramisu, chocholate marble, dan bluberry marble. tekstur yang lembut dan coklat yang full dapat merebut hati para konsumen serta ide inovasi minuman Brownies Frappe yang bisa mencuri hati konsumen nantinya.

Channels

Channel awal dari Brownies Amanda pada tahun 2000 berupa Outlet di pertokoan Metro,Margahayu, Bandung. Pada tahun 2004 pusat Amanda berpindah ke bangunan luas 2 lantai di JI Rancabolang No 29, Margahayu, Bandung. Serta ada 4 cabang lainnya di jl. Cikawao, Antapani, Hyper Square Pasir Kalik, dan Dago. Serta di kota lain ada di Bogor dan Surabaya.

Selain dijual dalam format outlet, Brownies Amanda juga bisa disalurkan di Supermarket-supermarket agar lebih meluas. Serta pembuatan Cafe Brownies Amanda di pusat-pusat aktifitas

Customer Segments

Segmentasi Pasar adalah masyarakat luas yang ingin menikmati brownies kukus yang lembut dan kaya rasa. Lebih difokuskan untuk ibu-ibu untuk membelinya sebagai menu hidangan penutup keluarga dan cemilan keluarga atau untuk buah tangan diberikan kepada kerabat.

Serta segementasi pasar anak muda yang suka berkumpul, mengobrol, dan menghabiskan waktu di Cafe.

Customer Relationships

Customer relationship dibangun dengan pemberian bonus setelah membeli  dalam jumlah tertentu dan pemberian diskon untuk membership

Revenue Streams

Pendapatan didapat dari penjualan produk serta membership fee setiap tahunnya.

Key Partners

Adalah supplier untuk bahan-bahan brwonies dan minuman, pemasok packaging, serta distributor untuk mengatarkan product dari dapur ke poin-poin distribusi.

Key Activities

Pembuatan kue dan minuman, dan pengatran ke cabang-cabang, serta pelayanan yang baik terhadap konsumen.

Key Resources

Sumber-sumber daya yang dibutuhkan tentunya tempat yang strategis untuk cabang outlet dan Cafe Brownies Amanda, Karyawan-karyawan yang baik, pelayanan yang tidak mengecewakan, serta kualiatas dan rasa yang baik.

Cost  

Biaya-biaya akan datang dari pengaadaan tempat, gaji karyawan, biaya untuk bahan-bahan produk, dan biaya perawatan.

Jadi, sebagai penutup Brownies Amanda merupakan produk asli dari Indonesia yang berasal dari sebuah kreatifitas Ibu Sumi dalam menciptakan produk makanan baru. Biasanya kue brwonies dipanggang adalah tetapi malah dikukus. Kesempatan untuk menjual diluar negeri pun bisa sangat menguntungkan karena masyarakat luar negeri tidak asing dengan brownies dan brownies kukus ini bisa menjadi gebrakan baru di industi makanan.

Pembanguan konsep Cafe Brwonies Amanda juga bisa sampai keluar negeri dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama kolega atau keluarga. Serta, penambahan portfolio product dengan  membuat minuman dari brownies seperti Brownies Frape.

Advertisements