Hari senin tgl 21 maret 2011 yang lalu kelas Creativity and Innovation kedatangan seorang dosen tamu yang bernama Adi Panuntun. Dia adalah CEO dari PT. Sembilan Matahari dan sutradara dari film Cin(t)a.Di kuliah tersebut dia menyampaikan tentang Design Thinking.

 

Apakah Design Thinking itu???

 

Kita bahas lawan katanya design thinking dulu ya, yaitu analytical thinking yang merupakan proses untuk menemukan sebuah fungsi, aplikasi, dan proses. Metode analytical thinking ini biasa digunakan oleh para enginer. Lalu, di metode design thinking lebih ke proses kreatif, rasionalitas, dan empathy. Sehingga ada pengaruh emosi dan sisi humanity di dalamnya.

 

Proses dalam melakukan design thinking diantaranya adalah:

1. Observe

Di tahap awal dimulai dengan pencarian masalah apa yang akan dibenahi. Lalu juga bisa dilihat siapakah target dari proyek ini, apa kebutuhannya dan apa poin-poin akhir yg ingin dicapai.

2. Synthesize

Mulai mem-break down apa saja penyebab dari masalah tersebut baik berdasarkan emosional dan non-emosinal.

3. Brainstorm

Di proses ini segala ide ditampung tidak ada penilaian salah atau benar.

4. Vote

Lalu  mulai memilih salah ide yang bedasarkan desirable (Human Interest), viability (Economy, Business), and feasibility (Supporting Technology)

5. Prototype

Membuat sebauh model awal dan menganalisa kekurangan sehingga bisa diperbaiki. Akhirnya barang tersebut siap untuk diluncurkan.

6. Story Tell

Tahap akhir adalah mengumumkan, men-share hal tersebut agar publik tahu dan tertarik akan produk kita.

Setelah dari proses kita akan beralih ke strategy dan bagaiman strategi tersebut dalam 10 tahun mendatang jika dibandingkan dengan traditional business strategy.

Traditional business strategy: merupakan strategi yang berbasis data quantitaif. Berdasarkan rational, objective, dan planning tertentu. Sehingga persiapan yang matang dan data-data numeric yang mendukung memengaruhi dari sukses nya bisinis tersebut.

Innovation and design strategy: memiliki pendekatan ke human interest. Lebih menitik beratkan kepada subjek dan metode yang digunakan adalah social constructed apa yang sedang terjadi di masyarakat apabila pemenuhan tersebut belum berhasil maka dilakaukan pembenahan terus menerus.

Untuk kedepannya alangkah baiknya menggunakan kombinasi kedua strategi ini. Pendekatan quantitative memang baik dilakukan untuk memperhitungkan resiko-resjiko dan projection mendatang. Tetapi jangan membuat hal itu menjadi sangat kaku karena ada factor lain yaitu humanity yang perubahaannya sangat sulit untuk diperdiksi. Saat ini sudah banyak perushaan yang mengubah orientasi nya menjadi customer focus dibandingkan dengan product focus. Sehingga membuat seusatu berdasarkan what people needs.

 

 

Advertisements